Rabu, 28 Juli 2021
Jumat, 09 April 2021
Puisi Rakyat
Struktur dan Kebahasaan Puisi Rakyat
I. Struktur Pantun
a. Dalam satu bait terdiri dari 4 baris atau larik
(1) Buat apa membeli batik
(2) Kalau tak pergi ke Semarang
(3) Buat apa punya wajah cantik
(4) Kalau suka menghina orang
b. Satu baris terdiri dari 8-14 suku kata
Bu - at a - pa mem - be - li ba - tik
1 2 3 4 5 6 7 8 9
c. Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b
(2) Kalau tak pergi ke Semarang b
(3) Buat apa punya wajah cantik a
(4) Kalau suka menghina orang b
d. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran
(1) Buat apa membeli batik
(2) Kalau tak pergi ke Semarang
e. Baris ketiga dan keempat merupakan isi
(3) Buat apa punya wajah cantik
(4) Kalau suka menghina orang
II. Struktur Syair
a. Dalam satu bait terdiri dari 4 baris atau larik
(1) Dengarlah para anak muda
(2) Rajinlah belajar hingga sepanjang masa
(3) Ilmu tidak akan pernah habis dieja
(4) Sebagai bekal sepanjang usia
b. Satu baris terdiri dari 8-14 suku kata
De - ngar - lah pa - ra a - nak mu - da
1 2 3 4 5 6 7 8 9
c. Rima akhir setiap baris adalah a-a-a-a
d. Semua baris merupakan isi
(1) Dengarlah para anak muda
(2) Rajinlah belajar hingga sepanjang masa
(3) Ilmu tidak akan pernah habis dieja
(4) Sebagai bekal sepanjang usia
III. Struktur Gurindam
a . Dalam satu bait terdiri dari 2 baris
(1) Jika ilmu yang diperoleh tidak sempurna
(2) Maka hidup tiadalah berguna
b. Satu baris terdiri dari 8-14 suku kata
Ma - ka hi - dup tia - da - lah ber - gu - na
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
c. Rima akhir memiliki rima a-a
(2) Maka hidup tiadalah berguna a
d. Baris pertama masalah merupakan persoalan atau masalah
“Jika ilmu yang diperoleh tidak sempurna”
e. Baris kedua merupakan jawaban dari persoalan atau akibat dari masalah
"Maka hidup tiadalah berguna"
Kebahasaan Puisi Rakyat
1. Kalimat Perintah
Kalimat perintah adalah kalimat yang berisi atau meminta memberi perintah atau suruhan.
Contoh: Buanglah sampah pada tempatnya.
2. Kalimat Saran
Kalimat saran adalah kalimat yang berisi tentang saran untuk orang lain untuk informasi yang lain (sebaiknya, seyogyanya).
Contoh: Sebaiknya kau pikir terlebih dahulu, demi keputusan yang tepat.
3. Kalimat ajakan
Kalimat ajakan adalah yang berisi ajakan kepada orang lain untuk melakukan perbuatan (ayo dan mari).
Contoh: Marilah kita jaga lestari.
4. Kalimat seru
Kalimat seru adalah kalimat yang mengungkapkan rasa hati, seperti kagum, heran, senang dan sedih (alangkah, betapa dan bukan main).
Contoh: Alangkah indahnya alam Indonesia ini.
5. Kalimat larangan
Kalimat larangan kalimat yang berisi larangan agar orang lain tidak melakukan kegiatan (jangan, hindari).
Contoh: Janganlah berprasangka buruk kepada sesama.
Kata Penghubung / Konjungsi
1. Kata penghubung tujuan
Kata penghubung modalitas yang menjelaskan maksud dan tujuan suatu cara atau tindakan (supaya, untuk agar dan guna).
2. Kata penghubung sebab
Menjelaskan bahwa suatu peristiwa atau tindakan terjadi atas sebab tertentu (sebab, sebab itu, karena dan oleh karena itu).
3. Kata penghubung akibat
Konjungsi yang menggbambarkan sutu peristiwa atau tindakan terjadi sebab peristiwa lain (sehingga, sampai dan akibatnya).
4.Kata penghubung syarat
Konjungsi syarat yang menjelaskan suatu hal yang bisa terpenuhi apabila syarat yang ada dipenuhi atau dijalankan (jika, jikalau, apabila, asalkan, kalau, bilamana)



